Posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur bahkan Nasional memang tidak bisa dipungkiri dan mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Karena meski memiliki lahan yang tidak cukup luas, etos kerja juga semangat warga Lamongan menjadi kunci utama Lamongan dapat menjaga ketahanan pangan.
Untuk mendorong penguatan sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan di tengah pemenuhan ketahanan pangan dunia, memperkuat posisi Kabupaten Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur dan nasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jum'at (16/10) menyerahkan bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) di Lapangan Desa Kedali Kecamatan Pucuk.
Bantuan alsintan yang diserahkan Gubernur Khofifah untuk beberapa Kelompok Tani di Lamongan ini meliputi 6 unit handtraktor singkal, 1 unit handtraktor rotary, 4 unit combine harvester besar, 2 unit cultivator, 1 unit rice transplanter, dan 1 unit motor roda tiga. Bantuan alsintan ini oleh Bu Khofifah diharapkan mampu mempercepat proses panen sekaligus menekan tingkat kehilangan hasil panen dari 9-11 persen menjadi 1-2 persen.
“Dengan berbagai dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, semoga hasil panen di Kabupaten Lamongan bisa terus stabil bahkan meningkat. Peringkat satu di Jawa Timur harus dipertahankan. Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan hasil yang maksimal guna mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ucap Gubernur Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 produksi padi Kabupaten Lamongan mencapai sekitar 1,335 juta ton, dan di tahun 2026 hingga pertengahan Oktober ini mencapai 1,2 juta ton, masih berpotensi meningkat.
Tidak hanya itu, pupuk di Lamongan juga melimpah dan akan terus diperkuat dengan dukungan distribusi melalui KDKMP. Harga gabah di Lamongan juga cukup tinggi, berada di kisaran Ro. 8.600 per kg, sempat mencapai Rp. 8.800 per kg, lebih tinggi dibanding HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sebesar Rp. 6.500 per kg.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan mekanisasi dan modernisasi pertanian melalui berbagai bantuan alat mesin pertanian bagi masyarakat. Dengan dukungan ini, kami berharap pekerjaan petani semakin efisien, produktivitas meningkat, hasil panen semakin optimal, serta harga jual yang baik dapat turut memperkuat kesejahteraan petani,” pungkas Bupati Yes.
Adanya sentuhan teknologi modern pada etos kerja petani Lamongan ini tentu diharapkan akan dapat menjadikan pertanian di Kabupaten Lamongan menjadi semakin terdepan.