Jawa Timur ternyata memiliki perjalanan yang sangat panjang dalam proses pembentukan struktur pemerintahan dan kewilayahannya. Dari sumber epigrafis berbentuk Prasasti Dinoyo, diketahui sejak abad VIII (Tahun 781) di Jawa Timur telah muncul satuan pemerintahan, abad X menjadi pusat kekuasaan berbagai kerajaan dan meletakkan dasar pemerintahan, struktur ini terus bertahan hingga abad XIII.
Di abad XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan Indonesia di Jawa Timur, yakni pusat (kraton), nagara (provinsi), watek (kabupaten), dan wanau (desa) dan terus berkembang. Secara etimologis Jawa Timur di zaman Mataram Islam disebut Bang Wetan. Selanjutnya Bang Wetan jatuh ke penguasaan Hindia Belanda yang sejak abad XX menerapkan politik imperialisme modern dengan melakukan intensifikasi pemerintahan dengan membentuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 1929.
Setelah proklamasi kemerdekaan, berdasarkan pasal 1 UUD 1945, pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI dibentuklah provinsi dan penentuan para gubernurnya. Untuk pertama kali R.M.T Soerjo ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur dan dilantik pada 5 September 1945, dan harus menyelesaikan tugasnya di Bojonegoro hingga tanggal 11 Oktober 1945, untuk kemudian boyong ke Surabaya Ibu Kota Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober, yang ini menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Hal inilah yang menjadi dasar penetapan peringatan resmi Hari Jadi Jawa Timur.

Menjadi inspektur upacara dalam Apel Peringatan Hari Jadi Jawa Timur yang dilaksanakan di Lamongan pada Senin (12/10), Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan pokok penting sambutan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Diungkapkan beliau, di tengah berbagai capaian Jawa Timur, tema Jatim Unggul Maju Berkelanjutan dipilih dengan harapan mampu meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor.
"81 tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan kerja keras dan pengabdian lintas generasi. Di sepanjang perjalanan itu telah diletakkan pondasi pemerintahan, dirawat dengan harapan Jawa Timur merupakan tempat yang menawarkan berbagai kebaikan, di mana anak-anak kita tumbuh sejajar, cerdas, warga bermartabat, dan karyanya mampu menjangkau pasar dunia. Jawa Timur tidak boleh tertinggal, Bu Gubernur mengajak kita semua untuk menyatukan langkah bersama, semakin banyak keluarga hidup sejahtera, anak berpendidikan yang baik, dan generasi muda yang menemukan ruang untuk berkarya," ucap Pak Yes.