Sebanyak lima ton beras dari Korpri Kabupaten Lamongan disalurkan di wilayah Deket yang terdampak bencana hidrometeorologi, Senin (19/1) di Pendopo Kecamatan Deket.
Hadir untuk menyalurkan bantuan bencana hidrometeorologi secara langsung, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menuturkan bahwa penyaluran ini menjadi bagian memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Hari ini Korpri Kabupaten Lamongan menyalurkan lima ton beras sebagai bantuan logistik untuk wilayah Deket yang terdampak luapan Bengawan Jero," tutur Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham.
Selanjutnya, Mas Dirham memaparkan upaya Pemkab Lamongan dalam mengatasi bencana hidrometeorologi. Mulai dari jangka pendek hingga panjang.
Pada penanganan jangka pendek telah dilaksanakan, mulai dari perpanjangan durasi beroperasinya pompa di pintu kuro sejak 27 Desember 2025 (mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB). Adapun modifikasi cuaca yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hujan, agar tidak menambah luapan air.
Adapaun Kajian Resiko Bencana (KRB) yang dicanangkan akan menjadi solusi jangka panjang penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lamongan.
KRB ini berupa dokumen studi sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi kerugian akibat bencana di suatu wilayah. Dengan mempertimbangkan ancaman (bahaya), kerentanan (kelemahan), dan kapasitas (kemampuan daerah).
Tentu tujuan utamanya adalah menyediakan dasar data untuk perencanaan penanggulangan bencana yang efektif, menghasilkan dokumen dan peta risiko sebagai panduan pembangunan yang aman, serta meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemahaman mendalam tentang risiko.
"Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menguatkan komitmen untuk mengatasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lamongan, salah satunya banjir. Mulai dari realisasi jangka pendek hingga jangka panjang," terang Mas Dirham.
Dilaporkan oleh Camat Deket Suwanto Sastrodiharjo, ada 5 desa yang terdampak luapan banjir Bengawan Jero di Wilayah Deket. Salah satunya adalah Desa Laladan yang hari ini ketinggian banjirnya mencapai 45 Cm.
Suwanto mengungkapkan bantuan logistik dan non logistik cukup untuk didistribusikan ke masyarakat. Karena tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, melainkan juga daru Kodim 0812, kepolisian, hingga mahasiswa Lamongan. Ia juga menyatakan distribusi difokuskan masing-masing desa, agar tidak terjadi kesalahan data.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyampaian aspirasi oleh kepala desa terdampak banjir di Kabupaten Lamongan. Seluruh aspirasi terkait solusi jangka pendek dan panjang akan ditampung dan diupayakan terealisasi untuk mengatasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lamongan.