Kinerja UMKM Positif, Raih Natamukti Award

Bupati Lamongan Fadeli dinilai International Council for Small Business (ICSB) sebagai kepala daerah yang memiliki kepedulian untuk mendorong dan meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

            Atas kontribusinya tersebut, Fadeli meraih penghargaan Natamukti yang diberikan Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM, Rully Indrawan di dampingi Chairman Markplus Inc, Hemawan Kertajaya di IPB Convention Center, Bogor Senin (7/10/2019).

            Bupati Fadeli menyebut penghargaan tersebut merupakan kebanggaan bagi Lamongan. Karena diberikan oleh lembaga non pemerintahan yang independen.

            Dia berharap apresiasi itu  bisa menjadi pendorong semangat bagi pelaku UMKM di Lamongan untuk terus meningkatkan kualitas produknya sehingga bisa bersaing di pasar global.

            Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan Anang Taufik mengungkapkan penghargaan Natamukti diberikan kepada Kabupaten Lamongan, karena dinilai telah berhasil dalam upaya pembinaan dan mendorong peningkatan kualitas serta membangun ekosistem UMKM.

            “Ini tidak terlepas dari kepedulian kepala daerah, Bapak Bupati Fadeli, sehingga UMKM di Lamongan bisa terus meningkatkan kualitas produk mereka,” kata dia.

            Ditambahkan olehnya, hanya ada 11 kota dan 12 kabupaten peraih Natamukti Award 2019 yang diberikan dalam Galang UMKM Indonesia Edisi 4 tersebut.

            Raihan penghargaan Natamukti tersebut selaras dengan perkembangan positif UMKM di Kabupaten Lamongan.

Dari total nilai ekspor Lamongan tahun 2018 sebesar Rp 597.047.529.680, sebanyak Rp 541.327.438.950 berasal dari industri besar dan sisanya sebesar Rp 55.720.090.730 dari usaha mikro.

Sebanyak 61 usaha mikro dengan berbagai jenis produksi komoditi mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya adalah 46 pengusaha tenun ikat di Desa Parengan Kecamatan Maduran yang tergabung dalam Sentra Industri Tenun Ikat. Tahun lalu mereka mengirimkan 910 kodi kain tenun ikat ke pasar Timur Tengah.

Produk industri kreatif yang berbasis kekayaan bahan baku di Lamongan juga diminati pasar ekspor. Seperti tas natural produksi R&D, kerajinan tas enceng gondok dari Pengaron Handicraft, kerajinan tempurung kelapa dari Ashila Jaya, serta aneka kerajinan berbahan kayu dan bambu juga gerabah dari Kecamatan Maduran.

Salah satu komoditi unggulan Lamongan, jagung, produk olahannya juga sudah bisa menembus pasar ekspor. Olahan jagung dari Nufa Market dan UD Lembah Hijau dikirim ke Malaysia dan Amerika.

Penentuan penerima Penghargaan Natamukti melalui proses panjang. Dimulai dari riset yang dilakukan tim ICSB dari berbagai daerah, yang kemudian diverifikasi di lapangan oleh tim ahli ICSB dengan mengacu pada Model Natamukti, yaitu bagaimana melakukan pengembangan UMKM yang terpercaya, terdepan, dan teratur.

ICSB Indonesia sendiri merupakan organisasi nirlaba internasional didirikan pada 1955 yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah di seluruh dunia. Organisasi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari seluruh dunia yang berfungsi sebagai empat pilar utama ICSB untuk berbagi pengetahuan dan keahliannya di bidang masing-masing. 

Share post

Post A Comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.